Bisnis



Ciri-ciri PTC Scam

Penyedia PTC di jagad maya memang sudah tidak bisa dihitung lagi, membingungkan bagi yang ingin ikut. Kalau kita asal ikut saja, bukan dolar didapat, malah capek dan buang-buang waktu saja. Karena ternyata yang kita ikuti cuma PTC penipu (scam). Oleh karena itu dengan memahami sedikit ciri-ciri pelaku scam, bisa mempermudah anda menentukkan pilihan. Kalau anda ingin mengikuti PTC yang sangat terkenal dan telah terbukti membayar saya sangat merekomendasikan Gagabux, klik disini untuk mendaftar.

Baiklah, sekarang kita bahas ciri-ciri PTC Scam

  1. PTC scam tidak mempunyai forum dalam situsnya. Meskipun punya pasti tidak diolah dengan baik. Ini adalah ciri-ciri yang sangat kentara. Saya jarang sekali ikut PTC yang tidak mempunya fasilitas forum. Sedang pada PTC yang sungguh-sungguh menjalankan programnya, kebanyakan mempunyai forum. Kita bisa masuk dan melihat-lihat forum tersebut. Membaca obrolan para member. Dari sini kita tahu dan yakin bahwa PTC tersebut scam atau tidak.
  2. PTC Scam selalu menjanjikan bayaran yang tinggi untuk membernya.
    Kalau anda mengetahui ada PTC yang yang membayar lebih dari 1 dolar perkliknya, maka PTC tersebut cenderung Scam. Kenapa? Karena tidak rasional bin tidak logis saja kalau ada PTC yang membayar publishernya sebesar itu. Siapa yang mau beriklan nantinya?
    Pokoknya kalau menjanjikan bayaran perklik lebih dari 1 dolar maka scam. Apalagi menjanjikan perkliknya ratusan dolar. Logis sajalah.
  3. PTC Scam iklannya sedikit, cenderung mengiklankan situsnya sendiri. Banyak iklan yang diulang-ulang agar kelihatan banyak pengiklannya.
  4. PTC Scam payout-nya terlalu besar.
    Sedang PTC sejati (bukan scam) dalam menentukkan payout biasanya sedikit.
  5. Pemilik PTC tersebut tidak transparan. Tidak menampakkan dengan jelas siapa mereka.
  6. PTC scam dalam situsnya tidak mempunyai fasilitas Delete Account (mengapus keanggotaan sendiri) untuk membernya.
    Sedang bagi PTC sejati akan legowo jika ada anggota yang akan mencabut keanggotaannya sendiri.
  7. Yang terakhir (menurut saya), silahkan anda googling mencari apakah PTC tersebut scam atau tidak.
Setelah mengatahui ciri-ciri diatas, semoga anda bisa selektif tidak asal ikut dalam program PTC.
Sekedar tambahan, program PTC sangat bagus bagi yang tidak atau malah mempunya blog. Karena tinggal klak-klik klak-klik  tidak usah repot-repot mengurus blog anda sudah dapat banyak dolar.

Sekian, semoga bermanfaat.
Salam ... 


Cara dan Etika mengirim Email Bisnis


Selain pembawaan diri dan penampilan, ternyata cara seseorang menuliskan e-mail bisa mengungkap kepribadiannya. Berikut adalah beberapa panduan mengenai penulisan e-mail untuk membuat Anda tetap terlihat profesional.

1. Kirimkan konfirmasi follow-up

Jika Anda dan rekan kerja atau bos baru saja selesai menyepakati suatu keputusan secara langsung, namun tak ada notulen, segeralah menuliskan hasilnya dalam surat elektronik untuk segera dikirimkan kepada orang tersebut. Ini penting untuk mencegah kesalahpahaman, ketidaksetujuan, dan kelupaan. Mengkonfirmasi keputusan dalam bentuk tulisan memastikan setiap orang memiliki kesamaan dan memastikan segalanya terbahas untuk mencegah kesalahan di masa mendatang.

2. Mengedit diri sendiri

Untuk surat-surat penting, selalu pastikan Anda mengecek ulang untuk kesalahan pengetikan setidaknya sekali sebelum dikirimkan. Untuk hasil yang lebih pasti, sebelum dikirim, coba cetak dalam bentuk kertas, kemudian baca kembali. Kritislah pada tulisan Anda sendiri. Apakah ada salah huruf, salah penggunaan kalimat, hingga kemungkinan terjadinya salah paham.

3. Pikir sebelum mengirim
Ada sebagian orang yang seringkali tersulut emosi saat akan menjawab e-mail yang kontroversial atau berpotensi memicu adu mulut. Anda tentu masih ingat kasus Prita Mulyasari dan Luna Maya, kan? Mereka menuliskan komentar dalam bentuk yang kurang mengenakkan bagi pihak lain sehingga akhirnya berujung tidak menyenangkan. Jika Anda akan membalas surat elektronik yang berpotensi memicu kemarahan, cobalah untuk menuliskan apa yang ingin Anda katakan, setelah selesai, jangan dulu dikirim. Biarkan tulisan itu hingga satu jam, sementara Anda melakukan hal lain yang jauh dari komputer. Setelah satu jam, baca kembali surat Anda. Perkirakan dan tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah jawaban yang Anda tuliskan itu cukup profesional, produktif, tidak merugikan siapa pun, dan memberikan manfaat untuk orang lain? Jika ya, silakan kirim. Jika tidak, segera klik tombol delete.
4. Hormati BCC
BCC, kolom yang ada di bawah alamat e-mail tujuan merupakan singkatan dari blind carbon copy. Artinya, ketika Anda menuliskan alamat tujuan di bagian tersebut, maka alamat tersebut tak akan terlihat di e-mail si penerima. Ketika Anda menerima e-mail dari orang lain, dan alamat e-mail Anda tidak terlihat di daftar kiriman, ini berarti bahwa si pengirim tidak ingin ada orang lain mengetahui bahwa Anda mendapatkan e-mail tersebut. Sayangnya, banyak orang merespon e-mail dengan cepat, sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang disembunyikan keterlibatannya. Untuk melindungi diri Anda dan si pengirim, jangan merespon surat yang dikirimkan kepada Anda dalam bentuk BCC. Dan selalu pastikan bahwa keterlibatan Anda sudah diketahui secara publik sebelum merespon pada e-mail grup.
5. Perhitungkan kesopanan dalam mengirimkan respon apa pun
Untuk surat-surat yang penting, akan sangat diharapkan balasan. Ketika Anda menerima surat penting, dan si pengirim pun meminta konfirmasi, kirimkanlah surat pemberitahuan bahwa Anda sudah menerima surat tersebut. Namun, ini bukan berarti bahwa setiap surat yang Anda terima dari rekan kerja harus Anda balas. Rekan kerja Anda juga akan kesal jika inbox e-mail-nya hanya berisi surat konfirmasi bahwa Anda sudah menerima e-mail darinya. Andalah yang lebih tahu, respon apa dan kapan diperlukan.
6. Jangan melibatkan emosi
Tempat kerja adalah tempat untuk berbisnis. Seharusnya isi e-mail yang tentang pekerjaan, sifatnya profesional dan resmi. Ingatlah, bahwa beberapa perusahaan memiliki kebijaksanaan untuk memonitor e-mail yang dikirim dan terkirim.

7. Jangan terbiasa menggunakan fitur “reply all”

Satu-satunya alasan tepat untuk membalas rantai e-mail ke seluruh orang yang dikirimkan (thread) adalah karena Anda memiliki informasi yang ingin dikirimkan kepada seluruh anggota grup tersebut. Tak jarang orang yang mengirimkan balasan dengan fitur reply all, tidak memiliki pesan terlalu penting untuk semua orang. Biasanya kepentingannya hanya kepada si pengirim pertama. Nah, orang-orang  lain harus mendapati inbox e-mailnya penuh pesan-pesan tak penting untuknya akan merasa terganggu. Lebih parahnya lagi, kebiasaan menggunakan fitur ini rawan membeberkan informasi yang seharusnya tak diketahui pihak lain. Biasakan untuk hanya membalas surat elektronik berantai kepada si pengirim pertama saja.
8. Jangan mengirimkan e-mail pribadi lewat akun bisnis
Perusahaan Anda memiliki hak untuk membaca segala bentuk komunikasi yang terjadi melalui kanalnya. Ini berarti, segala e-mail yang berisi ekspresi cinta, keluhan kepada bos, atau segala hal yang personal sebaiknya dilakukan melalui akun pribadi saja. Plus, Anda bisa dinilai sebagai orang yang malas jika ada rekan kerja yang menilai Anda sedang melakukan kegiatan pribadi di jam kerja.

9. Jangan mengkomunikasikan segalanya dalam bentuk tulisan

Seringkali, kita, manusia urban bergantung pada fasilitas elektronik, sehingga membatasi interaksi sosial. Sesekali, cobalah untuk menyiapkan waktu untuk berdiskusi dengan rekan kerja Anda secara langsung.
sumber: kompas.com




Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More